Rabu, 02 Januari 2013

Pertolongan Pertama pada Wanita Keguguran

Pertolongan Pertama pada Wanita Keguguran


iJakarta, Peristiwa keguguran adalah keluarnya janin pada wanita hamil sebelum kandungannya mencapai 20 minggu. Data menunjukkan bahwa keguguran wanita hamil dapat mencapai 20% dari kehamilan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', tanda-tanda keguguran adalah rasa kram pada perut bagian bawah dan diikuti perdarahan. Walaupun terkadang kram dan perdarahan belum terjadi, apabila ada tanda-tanda yang mencurigakan tentang kehamilannya, maka segera bawa ke dokter untuk memastikan status kehamilan.

Jika merasakan tanda-tanda keguguran, lakukan hal sebagai berikut:

- Hentikan semua aktivitas.

- Lakukan relaksasi. Atur napas dan tenangkan pikiran

- Berbaring di tempat tidur

- Jika ada sesuatu keluar dari vagina, simpan di dalam wadah khusus agar dapat dicek oleh dokter

- Jika terjadi perdarahan dan berlanjut, segera bawa ke unit gawat darurat

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Sedang

Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Sedang

iJakarta, Luka akibat api atau terpapar benda panas bisa sangat menyakitkan. Kulit yang terkena bisa melepuh bahkan gosong jika terpapar pada suhu tinggi. Sel-sel yang bersentuhan dengan panas pun akan mati. Oleh karena itu, luka bakar perlu mendapat penanganan cepat.

Luka bakar sedang atau luka bakar tingkat II adalah luka bakar yang menyebabkan kerusakan pada lapisan di bawah kulit. Contohnya adalah sengatan sinar matahari yang berlebihan, cairan panas dan percikan api dari bensin atau bahan lain.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala luka bakar tingkat II ini berupa kulit kemerahan, melepuh, bengkak yang tak hilang selama beberapa hari dan kulit terlihat lembab atau becek.

Apabila terjadi luka bakar seperti ini, segera lakukan hal berikut:

1. Siram air dingin atau air es pada daerah luka atau beri kompres dengan menggunakan handuk kecil. Bisa juga menggunakan saputangan yang sebelumnya dicelupkan ke dalam air.

2. Keringkan luka menggunakan handuk besih atau bahan lain yang lembut.

3. Tutup dengan perban steril untuk menghindari infeksi.

4. Angkat bagian tangan atau kaki yang terluka lebih tinggi dari organ juantung.

5. Segera cari pertolongan medis jika korban mengalami luka bakar di sekitar bibir atau kesulitan bernapas.

6. Jangan coba mengempiskan luka yang melepuh atau mengoleskan minyak, semprotan atau ramuan lain tanpa sepengetahuan dokter.

Mengantuk Gara-gara Sakit Maag, Mungkinkah?

Mengantuk Gara-gara Sakit Maag, Mungkinkah?


IJakarta, Pengaruh obat kadang bisa membuat orang yang sedang batuk pilek mudah mengantuk dan tidak dianjurkan membawa kendaraan sendiri. Namun untuk sakit maag, jarang terdengar adanya anjuran semacam itu. Adakah hubungan maag dan mengantuk?

Santer diberitakan, anak bungsu Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa yang mengalami kecelakaan maut, Rasyid Amrullah (22) sedang menjalani perawatan sakit maag. Sementara dugaan pihak kepolisian, kecelakaan itu terjadi karena Rasyid mengantuk.

Memang jauh lebih mudah menghubungkan kemungkinan mengantuk dengan kenyataan bahwa kecelakaan itu terjadi setelah Rasyid begadang untuk merayakan malam pergantian tahun. Namun ternyata sakit maag yang dialaminya juga bisa dikaitkan dengan rasa kantuk.

Hubungan antara sakit maag yang dalam kedokteran disebut dyspepsia dengan mengantuk terungkap dalam kajian eHealthMe.com, sebuah situs kesehatan populer. Dari 12.042 kasus dyspepsia yang diteliti, 155 kasus (1,29 persen) disertai dengan gejala mengantuk.

Tidak ada informasi lebih lanjut yang menjelaskan kenapa sebagian kecil penderita dyspepsia atau maag bisa mengalami rasa kantuk. Kemungkinan efek samping obat juga tidak bisa dikambinghitamkan karena dalam penelitian itu jenis obat yang dikonsumsi tidak dibedakan.

Dilihat berdasarkan jenis kelaminnya, perempuan lebih sering mengalami gejala mengantuk saat menderita sakit maag. Dikutip dari eHealthMe.com, Rabu (2/1/2013), perbandingannya adalah perempuan sebanyak 72,22 persen sedangkan laki-laki hanya 27,78 persen.

Sedangkan jika dilihat dari faktor usia, para lansia 60 tahun ke atas paling banyak mengalami gejala ini yakni 47,18 persen. Berikutnya adalah kelompok usia 50-59 tahun (26,76 persen), 40-49 tahun (7,75 persen), 20-29 tahun (8,45 persen) dan 30-39 tahun (7,04 persen).

Obat-obatan untuk perawatan sakit maag umumnya jarang mencantumkan rasa kantuk dalam daftar efek sampingnya. Peringatan untuk tidak membawa kendaraan lebih banyak ditemukan pada obat batuk pilek yang biasanya mengandung antihistamin atau antialergi.